Jakarta - Telkom mulai menawarkan tarif paket berlangganan bagi telepon tetap kabel. Hal itu agar tren penurunan pendapatan telepon kabel tidak berlanjut.
Demikian dikatakan Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah. "Kita harus melakukan sesuatu agar tren penurunan pendapatan telepon kabel tidak berlanjut," ujarnya usai acara peluncuran tarif baru PSTN, di Gedung Telkom, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
Diungkapkannya, pola pemasaran yang ditawarkan adalah mengubah sistem penarikan tagihan telepon tetap sesuai dengan pola berkomunikasi dari pelanggan dengan menawarkan berbagai paket berlangganan.
"Ini untuk membuat telepon rumah yang selama ini hanya digunakan untuk menerima telepon digunakan untuk melakukan panggilan," tuturnya.
Nyoman mengaku, konsep pemasaran tersebut sudah mendapatkan restu dari regulator karena sistem penagihan yang ditawarkan tidak memaksa pelanggan.
"Kami akui sistem tarif di telepon kabel harus mendapatakan persetujuan dari regulator. Namun, karena konsep dari berlangganan ini tidak memaksa pelanggan, regulator mempersilahkan," jelasnya.
Jika pelanggan memilih konsep berlangganan tujuh paket tersebut, kata Nyoman, akan lebih menghemat nilai rupiah yang dikeluarkan hingga 58 persen ketimbang berlangganan tanpa paket.
"Kami harapkan adanya program ini tidak lagi membuat adanya penurunan trafik suara jasa telepon rumah. Jika pun ada penurunan maksimal cukup 4 persen saja," tegasnya
Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata mengungkapkan, terdapat tujuh paket pola berlangganan telepon tetap kabel sesuai kebutuhan konsumen.
"Bahkan diantara paket tersebut terdapat yang membebaskan abonemen bulanan atau biaya telepon Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ)," tuturnya.
Selamat Datang teman
Kamis, 12 Februari 2009
telkom
Diposting oleh
sesuatu tentang myrif_side
di
03.13
Label: keseharian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar