Selamat Datang teman

Assalamualaiakum Wr. Wb
Semoga hari saudara mendapatkan lindungan Alloh SWT..
Amiiiiiin
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb

Minggu, 05 Juli 2009

refisi reuni smp




PROPOSAL


PERINGATAN REUNI SMP N 1 BOJONG

ANGKATAN 2004

























Panitia Reuni SMPN 1 BOJONG'04


September 2009

DRAFT PROPOSAL


  1. PENDAHULUAN


    1. Dasar Pemikiran


Sejak diterima di SMP N 1 Bojong Kab. Tegal tahun 2001, kami baru resmi disebut sebagai Angkatan 04 SMPN 1 Bojong. Tahun 2009 merupakan tahun ke-5 angkatan 04 menjalankan kiprahnya di masyarakat. Untuk itu SMP04 merasa perlu menyelenggarakan suatu rangkaian kegiatan yang semarak, berkesan dan bermanfaat dalam ajang Reuni SMP N 1 Bojong Kab. Tegal sebagai peringatan 5 tahun tersebut.


Setelah 5 tahun, sudah saatnya bagi alumni angkatan 2004 untuk bertemu dan melakukan evaluasi, dan menyusun rencana untuk masa depan. Dengan dasar pemikiran di atas, maka disepakati untuk mengadakan Reuni SMP N 1 Bojong 04.


    1. Tema


Karenanya tema Reuni tersebut adalah merupakan rangkaian bentuk introspeksi dan evaluasi atas kontribusi SMP N 1 Bojong 04 terhadap dinamika perkembangan nasional dan regional sejak tahun 2004 sampai dengan 2009 (Past), menegaskan peran SMP N 1 Bojong 04 pada saat ini (Present) dan menyusun rencana untuk peran yang lebih menantang bagi negara di masa depan (Future).


Secara singkat, tema ini adalah: ( …............................................ )


    1. Sasaran/Tujuan


Untuk itu telah dibentuk Panitia Reuni SMP N 1 Bojong 04 yang bertugas mensukseskan rencana tersebut, dengan Tujuan sebagai berikut:


Tujuan Pengadaan Perayaan :


  1. Memperingati 5 tahun SMP N 1 Bojong Ang.04.

  2. Mempererat tali silaturrahmi antar anggota SMP N 1 Bojong Ang.04. beserta keluarganya.

  3. Merupakan ajang kilas balik dan introspeksi atas kiprah SMP N 1 Bojong Ang.04. selama 5 tahun ini.

  4. Menggalang dan mensinergikan potensi yang ada di SMP N 1 Bojong Ang.04. guna diperoleh hasil karya yang lebih maksimum, khususnya dalam membantu mengatasi masalah-masalah aktual di masyarakat.

  5. Merupakan momentum bagi SMP N 1 Bojong Ang.04. untuk lebih meningkatkan peran dan kontribusi SMP N 1 Bojong Ang.04. saat ini dan di masa dating, secara individu maupun institusi terhadap kemajuan bangsa dan Negara.


  1. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN


Rangkaian acara akan dilaksanakan di Tuwel tepatnya Sekolah SMP N 1 Bojong. Waktu pelaksanaan direncanakan pada tanggal 24 Spetember hari Kamis

  1. KERANGKA ACARA REUNI SMP N 1 Bojong Ang.04..


Garis Besar Rencana Kegiatan


  1. Family Gathering, diantaranya berupa penyelenggaraan pertandingan Olah Raga dan Fun Games

  2. Temu Kangen Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04..

  3. Penyusunan Directory SMP N 1 Bojong Ang.04..



    1. Family Gathering

Sebagai puncak acara Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04. akan mengadakan Family Gathering dengan rincian sebagai berikut: .. (to be completed by Uwo).


1. Fun-games dan pertandingan olah raga, digabung dengan jalan pagi keliling sekolah, yang diikuti oleh seluruh alumni SMP N 1 Bojong Ang.04. beserta keluarga

2. Diakhiri dengan 'acara puncak' berupa makan bersama (to be confirmed by Uwo).

    1. Temu Kangen

Temu kangen ini akan diisi acara, sebagai berikut :

  • Sambutan dari Ketua Panitia Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04.

  • Sambutan perwakilan guru SMP N 1 Bojong Ang.04.

  • Temu kangen antara siswa SMP N 1 Bojong Ang.04.

  • Doa bersama


    1. Penyusunan Directory SMP N 1 Bojong Ang.04..




  1. SUSUNAN KEPANITIAAN

Kepanitian Seksie Dana


Untuk kepanitian yang bertuga untuk penggalangan dana, telah disusun sebagai berikut:

Ketua Seksie Dana : Anis Alqomiani

Koordinator Program/Acara : …...................

Koordinator lapangan : kang hasan

Koordinator humas : …....................

Koordinator konsumsi : -------------------

Untuk Susunan kepanitian lengkap Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04. adalah sebagai terlampir.


  1. ANGGARAN BIAYA

TERLAMPIR


  1. PENGGALANGAN DANA

Untuk membiayai kegiatan-kegiatan di atas, akan dilakukan penggalangan dana melalui cara-cara sebagai berikut:

  1. Iuran SMP N 1 Bojong Ang.04.



Direncanakan akan tersedia ruang untuk memasang logo dan nama-nama perusahaan dalam bentuk dan tempat-tempat sebagai berikut;


Spanduk dan Iklan:

  1. akan dipasang di tempat strategis seperti : sekretariat ( fotokopi TIPTOP tuwel )

  2. Pada dinding aula Barat, tempat acara Seminar dan Sarasehan

  3. akan dipasang di tempat strategis di bojong ( ............................)


7. PENUTUP

Kegiatan Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04.. ini diharapkan menjadi sarana untuk menimbulkan dan memperkuat kecintaan SMP N 1 Bojong Ang.04.. kepada Almamater SMP N 1 Bojong Ang.04. dan dapat memberikan daya guna (benefit) bagi almamater dan masyarakat menurut kemampuan dan porsi masing-masing alumni.




LAMPIRAN 1


SUSUNAN KEPANITIAAN


Panitia Penanggung Jawab Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04.


Ketua Umum : Rifqi Maulana Yusqi

Bendahara Umum :

Sekretaris I : Zia Ulhaq

Sekretaris II :

Ketua I : Kang Hasan

Ketua II :

Sie Dana : Anis Alqomiani

Sie Publikasi / Dokumentasi :

Sie Perlengkapan :

Sie Gedung / ruangan :

Sie Direktori :

Sie Acara :

Sie games :

Sie Family Gathering / makan :


















LAMPIRAN 2


ANGGARAN BIAYA





































































































































reuni smp




PROPOSAL


PERINGATAN REUNI SMP N 1 BOJONG

ANGKATAN 2004

























Panitia Reuni SMPN 1 BOJONG'04


September 2009

DRAFT PROPOSAL


  1. PENDAHULUAN


    1. Dasar Pemikiran


Sejak diterima di SMP N 1 Bojong Kab. Tegal tahun 2001, kami baru resmi disebut sebagai Angkatan 04 SMPN 1 Bojong. Tahun 2009 merupakan tahun ke-5 angkatan 04 menjalankan kiprahnya di masyarakat. Untuk itu SMP04 merasa perlu menyelenggarakan suatu rangkaian kegiatan yang semarak, berkesan dan bermanfaat dalam ajang Reuni SMP N 1 Bojong Kab. Tegal sebagai peringatan 5 tahun tersebut.


Setelah 5 tahun, sudah saatnya bagi alumni angkatan 2004 untuk bertemu dan melakukan evaluasi, dan menyusun rencana untuk masa depan. Dengan dasar pemikiran di atas, maka disepakati untuk mengadakan Reuni SMP N 1 Bojong 04.


    1. Tema


Karenanya tema Reuni tersebut adalah merupakan rangkaian bentuk introspeksi dan evaluasi atas kontribusi SMP N 1 Bojong 04 terhadap dinamika perkembangan nasional dan regional sejak tahun 2004 sampai dengan 2009 (Past), menegaskan peran SMP N 1 Bojong 04 pada saat ini (Present) dan menyusun rencana untuk peran yang lebih menantang bagi negara di masa depan (Future).


Secara singkat, tema ini adalah: ( …............................................ )


    1. Sasaran/Tujuan


Untuk itu telah dibentuk Panitia Reuni SMP N 1 Bojong 04 yang bertugas mensukseskan rencana tersebut, dengan Tujuan sebagai berikut:


Tujuan Pengadaan Perayaan :


  1. Memperingati 5 tahun SMP N 1 Bojong Ang.04.

  2. Mempererat tali silaturrahmi antar anggota SMP N 1 Bojong Ang.04. beserta keluarganya.

  3. Merupakan ajang kilas balik dan introspeksi atas kiprah SMP N 1 Bojong Ang.04. selama 5 tahun ini.

  4. Menggalang dan mensinergikan potensi yang ada di SMP N 1 Bojong Ang.04. guna diperoleh hasil karya yang lebih maksimum, khususnya dalam membantu mengatasi masalah-masalah aktual di masyarakat.

  5. Merupakan momentum bagi SMP N 1 Bojong Ang.04. untuk lebih meningkatkan peran dan kontribusi SMP N 1 Bojong Ang.04. saat ini dan di masa dating, secara individu maupun institusi terhadap kemajuan bangsa dan Negara.


  1. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN


Rangkaian acara akan dilaksanakan di Tuwel tepatnya Sekolah SMP N 1 Bojong. Waktu pelaksanaan direncanakan pada tanggal 24 Spetember hari Kamis

  1. KERANGKA ACARA REUNI AKBAR 30 TH ITB’77


Garis Besar Rencana Kegiatan


  1. Family Gathering, diantaranya berupa penyelenggaraan pertandingan Olah Raga dan Fun Games

  2. Temu Kangen Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04..

  3. Penyusunan Directory ITB 77





    1. Family Gathering

Sebagai puncak acara Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04. akan mengadakan Family Gathering dengan rincian sebagai berikut: .. (to be completed by Uwo).


1. Fun-games dan pertandingan olah raga, digabung dengan jalan pagi keliling sekolah, yang diikuti oleh seluruh alumni SMP N 1 Bojong Ang.04. beserta keluarga

2. Diakhiri dengan 'acara puncak' berupa makan bersama (to be confirmed by Uwo).

    1. Temu Kangen

Temu kangen ini akan diisi acara, sebagai berikut :

  • Sambutan dari Ketua Panitia Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04.

  • Sambutan perwakilan guru SMP N 1 Bojong Ang.04.

  • Temu kangen antara siswa SMP N 1 Bojong Ang.04.

  • Doa bersama


    1. Penyusunan Directory ITB 77 (To be completed by Ipuy)





  1. SUSUNAN KEPANITIAAN

Kepanitian Seksie Dana


Untuk kepanitian yang bertuga untuk penggalangan dana, telah disusun sebagai berikut:

Ketua Seksie Dana : Anis Alqomiani

Koordinator Program/Acara : …...................

Koordinator lapangan : kang hasan

Koordinator humas : …....................

Koordinator konsumsi : -------------------

Untuk Susunan kepanitian lengkap Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04. adalah sebagai terlampir.


  1. ANGGARAN BIAYA

TERLAMPIR


  1. PENGGALANGAN DANA

Untuk membiayai kegiatan-kegiatan di atas, akan dilakukan penggalangan dana melalui cara-cara sebagai berikut:

  1. Iuran SMP N 1 Bojong Ang.04.




Direncanakan akan tersedia ruang untuk memasang logo dan nama-nama perusahaan dalam bentuk dan tempat-tempat sebagai berikut;


Spanduk dan Iklan:

  1. akan dipasang di tempat strategis seperti : sekretariat ( fotokopi TIPTOP tuwel )

  2. Pada dinding aula Barat, tempat acara Seminar dan Sarasehan

  3. akan dipasang di tempat strategis di bojong ( ............................)


7. PENUTUP

Kegiatan Reuni Akbar 30 Tahun ITB’77 ini diharapkan menjadi sarana untuk menimbulkan dan memperkuat kecintaan Alumni ITB’77 kepada Almamater ITB dan dapat memberikan daya guna (benefit) bagi almamater dan masyarakat menurut kemampuan dan porsi masing-masing alumni.




LAMPIRAN 1


SUSUNAN KEPANITIAAN


Panitia Penanggung Jawab Reuni SMP N 1 Bojong Ang.04.


Ketua Umum : Rifqi Maulana Yusqi

Bendahara Umum :

Sekretaris I : Zia Ulhaq

Sekretaris II :

Ketua I : Kang Hasan

Ketua II :

Sie Dana : Anis Alqomiani

Sie Publikasi / Dokumentasi :

Sie Perlengkapan :

Sie Gedung / ruangan :

Sie Direktori :

Sie Acara :

Sie games :

Sie Family Gathering / makan :


















LAMPIRAN 2


ANGGARAN BIAYA





































































































































Selasa, 19 Mei 2009

TUGAS KONSEP TEKNOLOGI




Pemodelan Sistem Pengatur Ketinggian Air pada
Sebuah Tangki Tunggal
Abstrak
Makalah ini membahas bagaimana memodelkan dan memvalidasi suatu sistem pengatur ketinggian air. Sistem terdiri dari sebuah tangki tunggal, sensor ketinggian muka air, pompa, driver pompa dan elemen-elemen perubah ADC dan DAC. Pemodelan sistem keseluruhan disusun dari pemodelan elemen-elemen yang diturunkan secara emperik. Validasi atas pemodelam system ini dilakukan dengan cara membandingkan kurva respon dari model persamaan sistem secara keseluruhan dan kurva respon riel dari hasil pengukuran. Pemodelan sistem ini menunjukkan hasil yang cukup baik. Kata kunci : pemodelan, kontrol tinggi permukaan air, Algoritma PID, visualisasi.


1. Pendahuluan
Pemodelan merupakan upaya yang sangat penting baik untuk mengetahui perilaku maupun untuk mengatur suatu sistem. Dengan model orang dapat menjelaskan bagaimana suatu sistem berperilaku. Bahkan orang juga dapat meramalkan apa yang akan terjadi pada sistem tersebut tanpa melakukan simulasi pada sistem yang sesungguhnya. Dengan adanya model maka biaya untuk menganalisa dan memperbaiki sistem menjadi sangat murah dan tidak beresiko tinggi. Pada dasarnya pemodelan dilakukan untuk dua tujuan yang berbeda yaitu pemodelan untuk mengetahui perilaku suatu sistem dan pemodelan untuk merancang suatu system pengatur. Pemodelan untuk merancang suatu

Catatan : Diskusi untuk makalah ini diterima sebelum tanggal 1Juli 2000. Diskusi yang layak muat akan diterbitkan pada
Jurnal Teknik Mesin Volume 2 Nomor 2 Oktober 2000.

sistem pengatur biasanya dilakukan dengan banyak penyederhanaan yang hanya memperhatikan masukan, keluaran dan gangguan yang ada. Parameter-parameter lain yang tidak berhubungan langsung dengan ketiga parameter tersebut diabaikan atau dianggap konstan. Pemodelan untuk maksud ini dilakukan melalui analisa dinamik atau melalui uji eksperimen dengan mengukur masukan dan keluaran sistem. Pemodelan untuk me getahui perilaku sistem dibedakan menjadi dua yaitu pemodelan skala dan pemodelan dengan simulasi komputer.

Model skala digunakan jika sistem yang dipelajari sangat komplek sehingga sulit dirumuskan secara detail dan teliti. Pemodelan dari sistem yang lebih sederhana dapat dinyatakan dalam bentuk rumusan matematik.

Model ini biasanya diselesaikan dengan simulasi komputer karena melibatkan banyak perhitungan yang harus dilakukan. Makalah ini membahas bagaimana memodelkan sistem pengatur ketinggian air

pada sebuah tangki tunggal. Sistem ini sederhana akan tetapi menjadi sangat menarik karena parameter yang diatur yaitu perubahan ketinggian permukaan air yang diinginkan dapat dilihat secara visual. Sistem ini terdiri dari sebuah tangki dengan dua buah katup buang, sensor ketinggian air, perangkat pengolah sinyal dan pengatur serta sebuah pompa sirkulasi. Katup buang pertama dapat diatur pada tiga posisi, masing-masing memiliki bukaan yang tetap. Katup kedua merupakan katup solenoid yang akan terbuka atau tertutup penuh sesuai dengan sinyal pengatur on-off yang diterima. Secara operasional katup kedua ini lebih difungsikan sebagai pengaman agar
volume air di dalam tangki tidak berlebihan.

Pompa yang digunakan berpenggerak motor DC 12 Volt sehingga mudah pengendaliannya. Untuk sensor ketinggian digunakan sebuah potensiometer 5Ksepuluh putaran 5V. Jenis ini mempunyai linieritas tinggi pada setiap putarannya. Sedang pengaturan system dilakukan dengan menggunakan PC, untuk itu diperlukan beberapa koverter ADC dan DAC. Ukuran Tangki, katup dan kapasitas pompa direncanakan secara proporsional agar system dapat berjalan dengan waktu yang cukup untuk menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi.
Tiap elemen sistem dimodelkan secara terpisah dan dicari fungsi alihnya dengan mengukur masukan dan keluarannya. Selanjutya dibuat program sistem pengaturan yang melibatkan semua fungsi alih tersebut. Validasi pemodelan dilakukan dengan cara membandingkan antara pengukuran yang sesungguhnya terjadi dengan hasil analisa perhitungan teoritik.

2. Prinsip Kerja Sistem Pengatur Ketinggian Air pada Tangki
Blok diagram dari bagian utama system pengatur ketinggiam air pada tangki tunggal ini
ditunjukkan pada gambar 1. Ketinggian permukaan air yang diinginkan (h) diketikkan
melalui komputer dan selanjutnya dijadikan sebagai sinyal masukan sistem. Sinyal masukan
yang digunakan adalah fungsi step, fungsi ramp dan fungsi sinusoidal.


Gambar 1. Blok Diagram Sistem Pengatur
Ketinggian Air
Masing-masing fungsi tersebut diimplementasikan dalam perangkat lunak. Ketinggian permukaan air yang terjadi (z) dideteksi oleh sebuah sensor dan hasil pengukurannya dijadikan sebagai sinyal umpan balik. Sinyal masukan dan sinyal umpan balik selanjutnya dibandingkan oleh elemen komparator.



Gambar 2. Konfigurasi Fisik Sistem Pengatur


Hasil komparasi dari kedua sinyal ini menghasilkan sinyal kesalahan (e) dan menjadi masukan pada elemen pengatur. Fungsi pengatur yang digunakan adalah; Pengatur dua posisi (on-off ), pengatur proporsional, pengatur integral, pengatur derivatif, pengatur propo sional integral dan pengatur proporsional integral derivatif. Semua tipe pengatur ini juga diimplementasikan dalam perangkat lunak.. Sinyal kesalahan bernilai positif ( e=r-b>0 ) jika ketinggian air yang terukur ( yang terjadi ) lebih rendah dari ketinggian air yang diinginkan Selanjutnya sinyal pengatur akan menggerakan pompa sesuai dengan fungsi pengatur yang digunakan. Sebaliknya sinyal kesalahan bernilai negatif jika ketinggian air yang terjadi lebih tinggi dari ketinggian yang diinginkan. Pada kondisi tersebut sinyal pengatur akan mematikan pompa Gambaran fisik dan sistem pengatur ini secara skematis ditunjukkan pada gambar 2.

3. Pemodelan Elemen-elemen Sistem
Pemodelan dilakukan untuk semua elemen kecuali pada elemen pengatur karena model matematiknya dapat ditentukan secara pasti.
3.1 Elemen Perubah
Untuk mengatur dan mengolah data pada sistem ini diperlukan komputer digital yang bekerja menggunakan sistem bilangan biner. Untuk itu diperlukan eleman perubah yang dapat merubah nilai masukan tinggi permukaan air yang diinginkan menjadi bilangan biner.


Batas ketinggian air yang direncanakan adalah antara 0 hingga 30 cm sedang elemen perubah yang digunakan memiliki 8 bit atau memiliki 256 (28) bilangan biner. Ketinggian air 0 cm dinyatakan dengan bilangan biner nol dan ketinggian 30 cm dinyatakan dengan bilangan biner 255. Jika masukan dan keluaran masing-masing dinyatakan dengan parameter h dan r maka pemodelan dari elemen perubah ini dapat dinyatakan dengan fungsi alih sebagai berikut :
r = 8,5 h (1)

3.2 Elemen Digital to Analog Converter
(DAC)
Elemen ini untuk mengubah sinyal digital dengan nilai antara 0 hingga 255 menjadi tegangan analog yang diperlukan untuk driver pompa dengan rantang antara 0 hingga 5 volt. Fungsi alih DAC ditentukan melalui pengujian dengan program pascal. Untuk setiap nilai masukan (u) yang berbeda sinyal eluaran (v) yang terjadi diukur dengan multitester. Hasil pengujian ini diplot sebagaimana gambar 3. Regresi linear dari data pengujian tersebut menghasilkan fungsi alih sebagai berikut :
v = 0,0195u
(dengan kesalahan = 3,0055.10 –4 %) (2)




Gambar 3. Kurva Hubungan antara Masukan (u) dan
Keluaran (v) pada DAC
3.3 Elemen Driver Pompa
Elemen driver pompa berfungsi untuk mengubah keluaran dari elemen DAC dengan rentang antara 0 hingga 5 volt menjadi tegangan yang diperlukan untuk menggerakkan pompa yaitu 0 hingga 12 volt. Percobaan dilakukan dengan mengukur setiap tegangan masukan dan keluaran dari elemen.
Selanjutnya diplot sebagaimana pada gambar 4. Regresi data dari percobaan tersebut menghasilkan
fungsi alih sebagai berikut :
x = 3,845 + 1,649v
(dengan kesalahan = 0.092 %) (3)




Gambar 4. Kurva Hubungan antara Masukan (v) dan
Keluaran (x) pada Driver Pompa



Gambar 5. Kurva Hubungan antara Masukan (x) dan
Keluaran (y)



3.4 Elemen Pompa
Sinyal masukan pada elemen ini berupa tegangan yang dapat bervariasi antara 0 hingga 12 Volt DC dan keluaranya berupa debit air. Pemodelan dilakukan melalui percobaan dengan mengukur tegangan masukan dan debit pompa. Percobaan diulangi secara bertahap dari tegangan 0 hingga 12 Volt. Plot hasil percobaan tersebut ditunjukkan pada gambar 5. Pada tega gan antara 0 hingga 2 Volt pompa belum berputar karena tegangan yang diberikan masih lebih kecil dari tahanan-tahanan gesek yang ada. Pada tegangan antara 2 hingga 3 Volt sebenarnya pompa sudah berputar akan tetapi belum menghasilkan debit air dengan head yang memadai. Debit air mulai terukur ketika pompa diberi tegangan sebesar 4 Volt. Linierisasi data tersebut menghasilkan fungsi alih sebagai berikut :
y =-95,81 + 61,22x
(dengan kesalahan 4,98 %) (4)
Kesalahan linierisasi ini terbesar terjadi
pada tegangan rendah disekitar 2 volt.

3.5 Pemodelan Tangki
Secara sistematik sistem tangki yang akan dimodelkan terlihat seperti gambar 6.Pada tangki tersebut terdapat masukan air dari pompa dengan debit y1 dan keluaran melalui katup pertama dengan debit y2. Keluaran melalui katup kedua tidak dimodelkan di sini karena secara operasional katup ini hanya akan difungsikan sebagai pengaman saja. Jika luas penampang tangki adalah A dan ketinggian air di dalam tangki adalah z maka hubungan antara parameter parameter tersebut dapat dinyatakan sbb :
dz = ( y1 + y2 )/A dt (5)


Besarnya y2 tergantung dari ketinggian air di dalam tangki dan konstanta aliran melalaui katup pertama. Aliran melalui katup ini agak sulit dimodelkan secara analitis karena penampang dan kondisi aliran di dalam katup tidak dapat terdeteksi dengan baik. Untuk menentukan y2 dilakukan percobaan dengan y1 yang tetap dan dalam interval h tertentu. Percoban dilakukan untuk tiga posisi bukaan katup. Untuk bukaan katup dengan satu putaran, dua putaran dan tiga putaran masingmasing menghasilkan y2 sebesar : 22 ; 81, dan 141 cm3/detik. Tangki yang digunakan untuk pemodelan ini memiliki luas 268 cm2 sehingga untuk masing-masing bukaan katup persamaan 5 dinyatakan sebagai berikut :
dz = ( y1 + 22 )/268 dt (5a)
dz = ( y1 + 81 )/268 dt (5b)
dz = ( y1 + 141 )/268 dt (5c)


3.6 Elemen Sensor Ketinggian

Pemodelan sensor ketinggian air dilakukan dengan mengukur tinggi permukaan air di dalam tangki dan besarnya tegangan keluaran dari sensor tersebut. Batas ketinggian yang diukur adalah antara 0 hingga 30 cm dengan tegangan analog keluaran antara 0 hingga 5 Volt. Linierisasi hasil pengujian elemen sensor ini menghasilkan persamaan sebagai berikut :
a = -7,19 . 10-4 + 1,67 z
(dengan kesalahan 2,05 .10-5 %) (6)
dimana a : tegangan listrik yang dihasilkan oleh
sensor pada saat ketinggian permukaan air z
cm.

3.7 Elemen ADC
Sebagaimana elemen DAC pemodelan ADC juga dilakukan dengan cara yang sama. Elemen diberi masukan berupa tegangan analog yang bervariasi dan setiap keluarannya dapat dilihat pada monitor komputer. Data pengujian elemen ini menghasilkan persamaan fungsi alih sebagai berikut : b = -0,09 + 51,02a
(dengan kesalahan 1,58.10-3 %) (7)
Dimana b adalah bilangan biner yang terjadi ketika tegangan analog yang diberikan sebesar a Volt.

4. Pemodelan dan Validasi Sistem Pengatur Ketinggian Air
Pemodelan sistem secara keseluruhan tersusun dari fungsi alih tiap elemen sebagaimana konfigurasi pada gambar 1. Selanjutnya dibuat program dengan algoritma sebagaimana pada gambar 7. Hasil pemodelan teoritik secara keseluruhan dapat disimulasikan dengan melihat respon sistem pada monitor komputer. Sedng hasil pengukuran dari permukaan air yang terjadi juga dapat ditampilkan secara bersama-sama. Dengan demikian dari kedua respon dapat dipakai untuk memvalidai pemodelan sistem. Simulasi dan validasi dilakukan untuk setiap tipe masukan dan tipe pengatur yang ada. Beberapa hasil pemodelan dan validasi tersebut ditunjukkan dalam lampiran. Pada umumnya respon sistem yang sesungguhnya lebih lambat dari respon system teoritik. Hal ini terjadi karena proses pengolahan respon riel lebih panjang sehingga memerlukan waktu proses lebih lama. Pada sistem pengatur on-off dengan fungsi step dalam percobaan tersebut ketinggian muka air yang diinginkan 150 mm dengan batas simpangan atas dan batas bawah masing-masing maksimum 20 mm. Kenaikan permukaan air terjadi ketika debit air dari pompa lebih besar dari debit yang keluar dari tangki. Ketika ketinggian air di dalam tangki sudah melebihi batas atasnya maka pompa akan mati secara otomatis. Oleh karena itu plot hasil pengujian menunjukkan bahwa slope kenaikan air tidak simetris dengan slope penurunan air.
Steady state error (SSE) pada system pengatur proporsional dengan masukan fungsi step jug nampak dalam pengujian ini. Perbedaan nilai SSE yang kecil antara kurva teoritik dan aktual menunjukkan pemodelan sistem ini cukup baik. Pada sistem pengatur intergral dengan masukan fungsi step Nampak terjadi over shoot. Besarnya over shoot yang terjadi tergantung dari konstanta intergral yang digunakan. Konstanta yang besar menimbulkan terjadinya over shoot yang tinggi tetapi waktu untuk mencapai nilai yang diinginkan menjadi lebih singkat.



Gambar 7. Diagram Alir Program Sistem Pengatur Ketinggian Air

Pada sistem pengatur proporsional integral dengan masukan fungsi step juga dapat terjadi
over shoot sebagaimana pada sistem pengatur integral. Bedanya bahwa pada system proporsional integral ini nilai yang diinginkan dapat dicapai tanpa osilasi. Nilai SSE sama dengan nol dapat dicapai pada sistem pengatur proporsional integral derivatif baik pada kurva teoritik maupun pada kurva riel. Respon dari fungsi masukan yang lain dapat dilihat pada gambar-gambar terlampir selanjutnya. Nampak disaa bahwa kurva kurva riel secara umum dapat digambarkan sebagaimana kurva teoritiknya.

5. Kesimpulan
Pemodelan sistem dapat disusun dari pemodelan elemen-elemen sistem yang diturunkan secara emperis dan dengan linierisasi fungsi alih. Hal ini dilakukan karena penyusunan persamaan secara analitis lebih sulit dilakukan. Perbedaan antara kondisi teoritik dan riel tidak dapat dihindari karena aktor alamiah saja yang berkaitan dengan ketidak tepatan elemen. Namun demikian perbedaan yang tidak cukup berarti menunjukkan bahwa linierisasi dalam rentang pengaturan yang dibuat masih dapat diterima dan pemodelan sistem dapat menggambarkan perilaku sistem yang sesungguhnya. Jadi pemodelan ini dapat digunakan untuk mensimulasi sistem yang sesungguhnya. Selanjutnya modul ini dapat juga dipakai untuk peraga dalam kuliah sistem pengatur dijurusan Teknik Mesin.

Selasa, 24 Maret 2009

tugas konsep teknologi

teknologi mesin motor
di tulis oleh :
NIM Nama
10108906 Setiadi Gunawan blog : expforteach.blogspot.com
10108907 Rifqi Maulana Yusqi blog : rifqimaulanayusqi.blogspot.com

isi tulisan :
- pengertian / pendahuluan ( penjelasan , kegunaan, cara menggunakan atau cara bekerja
- dampak negatif dalam kehidupan masyarakat
- dampak positif dalam kehidupan masyarakat
 solusi untuk mengurangi / menekan dampak negatif yang terjadi
Pengertian
Mesin motor yang kami maksudkan adalah mesin kendaraan bermotor yang energinya berasal dari energi kimia berupa minyak bumi untuk proses pembakaran dalam memacu putaran mesin.
Untuk menghasilkan gaya dan daya tarik untuk memutar mesin diperlukan bahan bakar yang dapat menghasilkan aliran aliran listrik.
Untuk menghasilkan sebarapa daya tarik atau pelatuknya dapat dilihat dari seberapa luas silindernya atau berapa CC.
Contoh mesin dengan silinder 100 CC.
100cc adalah volume silinder dihitung mulai dari titik mati bawah piston, termasuk ruang bakar.
daya ledak pada ruang bakar dipengaruhi oleh banyaknya suplai bahan bakar dan udara bersih yang ada dalam ruang bakar, dan perbandingan kompresi, dan, besarnya cc belum tentu menghasilkan ledakan yang besar, tetapi cc yang besar bisa menghasilkan tenaga yang besar.
Kegunaan dari mesin motor ini dapat dipakai pada beberapa jenis kendaraan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, karena mesin motor dibuat fleksibel dan di rancang untuk berbagai kenginan dan manfaat dalam penggunaanya.,
Contoh :
untuk mesin kendaraan pada sepeda motor dengan energy yang didapat dari minyak bumi bensin
Untuk mesin kendaraan pada mobil dengan energy yang didapat dari minyak bumi bensin atau pertamax
Untuk mesin kendaraan pada diesel dengan energy yang didapat dari minyak bumi solar,
Mesin diesel sendiri ada yang dipakai untuk mesin mobil adapula yang dipakai untuk mesin mesin motor yang lainya,

Cara bekerja
Penggunaan mesin ini sudah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan dimana dia akan difungsikan. Penggunaanyapun sudah sangat efisien dalam proses mengaktifkan dan cara bekerja pada mesin tersebut.
Contohnya pada mesin motor : cara pengaktifan nya sudah diatur sedemikian rupa sehingga cara pengaktifanya hanya dengan menghidupkan aliran listrik yang didapat dari akumulator dan seketika itu juga langsung menghidupkan mesin motor tersebut dan mesinpun dapat bekerja dengan cara menarik pegas untuk menekan dan menarik posisi mesin untuk dalam keadaan kencang atau pelan.
Cara kerja pada mesin kendaraan dengan mesin 100cc dapat dikatakan sebagai berikut : jadi seumpama jarak titik mati atas dan titik mati bawah adalah 10cm dan luas silinder adalah 10cm, persegi,

nah. semakin besar volumenya maka kompresi campuran udara dan bahan bakar diruang bakar akan semakin besar.karena terkompresi campuran tersebut menjadi panas sehingga ledakan akan semakin besar “ jika diimbangi dengan bunga api dari busi yang besar pula”.

contohnya pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak membutuhkan CC yang terlalu tinggi karena bensin mudah terbakar, sedangkan kendaraan berbahan bakar diesel pasti CC nya besar karena solar susah terbakar sehingga kompresi harus besar untuk memperoleh titik bakar solar.
Dampak negative
Hal yang dikhawatirkan untuk kelangsungan kesehatan lingkungan udara didunia ini karena dengan adanya mesin motor tersebut yang digunakan secara terus menerus dan tidak diimbangi dengan kapasitas volume minyak yang dikandung dalam bumi.
Kandungan CO2 atau gas karbon yang dihasilkan dari emisi bahan bakar membuat lingkungan sekitar jadi tercemar dan kotor. Udara sudah tidak sehat dan mendekati era global warming, dimana lapisan ozon menipis dan cahaya matahari tidak dapat dibendung lagi oleh lapisan atmosfer.
Suara yang dihasilkan dari putara mesin untuk menghasilkan daya dan pegas tarik dalam mesin motor terkadang masih ada yang menghasilkan suara yang cukup bising,
Dampak positif
Fungsi atau kegunaan pada teknologi ini adalah dapat melancarkan segalal aktifitas yang berkaitan dengan mobilitas seseorang.
Untuk berpindah dari tempat satu ketempat yang lain dengan cepat dapat menggunakan mesin ini. Dapat menggerakan segala macam fungsi. Seperti untuk memotong, memisah padi, memutar putaran air, dan sebagainya.
Bagi nelayan teknologi mesin ini dapat dirasakan manfaatnya untuk mengayuh perahunya ketengah laut untuk menangkap ikan tanpa harus mengayuh perahunya sendiri dengan cara manual.
Solusi untuk mengurangi dampak negative dari mesin ini adalah dengan mencari energy alternative untuk penghasil daya selain menggunakan minyak bumi karena minyak bumi dapat mengakibatkan gas emisi yang sangat besar.
Energy alternative dapat dihasilkan melalui H2O atau air. hal ini sudah banyak dteliti oleh banyak orang dan menurut sumbernya teknlogi mesin dengan energy dari air sudah bias dijalankan atau sudah ditemukan.
Mesin dengan energy air dihasilkan dari Elektroliser. Elektroliser sendiri adalah teknologi yang telah berusia cukup lama, hampir 85 tahun. Sistem ini pertama kali dikembangkan oleh Nikola Tesla, dan dikembangkan lebih sempurna oleh Stanley A Meyer. Cara kerja Alat ini adalah dengan menggunakan tegangan 12 Volt searah secara langsung (straight DC) . Menggunakan Lilitan kawat Stainless Steel sehingga menghasilkan magnetik Vortex ditambah dengan Vacum dari mobil sehingga menguraikan air (H2O) menjadi gas HHO dan O2.
Alat ini sangat manjur untuk mobil mpbil keluaran tahun 1995 kebawah, atau masih menggunakan karburator dan dapat menekan emisi gas buang sampai 70 %, Untuk mobil keluaran terbaru yang menggunakan ECU (komputer) akan sangat bermanfaat jika ditambahkan MAP enhancer. Fungsi MAP enhancer adalah untuk membypass komputer dalam membaca campuran bahan bakar dalam intake manifold.
Mudah mudahan dengan ditemukannya beberapa penemuan dari teknologi mesin dapat membuat semua mesin dapat bekerja tanpa menghasilkan gas buang yang berbahaya bagi lingkungan, sehinggan kehidupan di bumi ini dapat berjalan dengan baik dan seimbang dengan kebutuhan oksigenya,
KENDARAAN BERMOTOR
Seperti kita ketahui, kendaraan bermotor sangat banyak sekali digunakan di dunia. Kebutuhan manusia yang semakin hari semakin banyak mengharuskan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Maka tidak dapat di pungkiri kendaraan bermotor sangat sekali dibutuhkan. Untuk menjalankan kendaraan bermotor itu sendiri diperlukan bahan bakar. Bahan bakar teresebut harus diolah agar dapat menghasilkan tenaga untuk menggerakan kendaraan bermotor itu. Dalam kendaraan bermotor terdapat alat untuk mengolah pengaturan bahan bakar yang dinamakan karburator. Karburator befungsi untuk mengatur campuran antara bahan bakar dengan oksigen yang akan masuk ke tempat pembakaran. Karburator yang sering kita jumpai di sekitar kita adalah karburator manual. Kita ambil contoh saja kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bekar berbentuk bensin. Dalam karburator ini, udara di campur dengan bensin. Karena dalam proses pembakaran ini merupakan reaksi kimia yang mengharuskan pencampuran antara bensin dan oksigen maka kita harus ingat akan teori dasar kimia mengenai pembakaran yaitu reaksi pembakaran yang sempurna antara BBm (bensin) dengan Oksigen (O2) adalah :
14,7 : 1
Yang artinya 14,7 bagian oksigen dan 1 bagian BBM.
Teori perbandingan berdasarkan berat jenis unsur, pada prakteknya perbandingan diatas (AFR-Air Fuel Ratio) diubah untuk menghasilkan tenaga yang lebih besar dan konsumsi BBM yang ekonomis.

Dampak positif kendaraan bermotor
Kendaraan bermotor sangat bermanfaat untuk kehidupan, terutama untuk transportasi. dengan alat transportasi tesebut manusia akan lebih mudah dalam menjalankan aktifitas sepeti bepergian, perdagangan dan lain-lain.
Dampak negative kendaraan bermotor
Seperti kita tahu kendaraan bermotor mengunakan BBM untuk menjalankan nya. BBM tersebut diatur oleh alat yang sering di sebut karburator. Meskipun pada karburator sudah di set untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna,dengan perbandingan antara oksigen dan BBM yaitu 14,7 banding 1. Tetapi pada kenyataannya suhu di sekitar kita tidaklah selalu tetap,maka kerapatan oksigen pun pada siang dan malam hari itu berbeda. Dengan berbedanya kerapatan oksigen tersebut maka otomatis pembakan yang sempurna itu tidak dapat terpenuhi. Maka hasil pembakaran akan meimbulkan kadar emisi yang dapat merusak lingkungan. Dengan demikian semakin banyak orang menggunakan kendaraan bermotor maka lingkungan sekitar akan mengalami kerusakan yang disebabkan tidak sempurnanya proses pembakaran kendaraan bermotor tersebut.

Solusi

Setelah kita tahu bahwa system pengaturan bahan bakar pada kendaraan bermotor dengan menggunakan karburator kurang efisien maka mulai diterapkan system injeksi yang lebih dikenal dengan system EFI. Pada system EFI terdapat sensor suhu udara maka saat kondisi kepadatan oksigen berubah maka pasokan BBM pun disesuikan. Jadi kendaraan yang system pengaturan bahan bakarnya menggunakan system EFI maka setiap saat hasil pembakaran pun akan stabil dengan perbandingan antara oksigen dan BBM tetap 14,7 banding 1.
Dalam system pembakaran EFI (Electronic Fuel Injection) tedapat beberapa komponen yang berhubungan dengan system pengaturan campuran BBM dan oksigen diantara lain :
ECU (Electrical Control Unit)
Pusat pengolahan data penggunaan mesin, mendapat input dari sensor-sensor yang kemudian mengolahnya dan memberikan output untuk saat dan jumlah injeksi.
Pressure regulator
Mengatur kondisi tekanan BBM selalu tetap (55-60psi)
Temperature sensor
Member masukan ke ECU kodisi suhu mesin,jika mesin panas maka membutuhkan BBM yang lebih banyak.
Inlet Air Temperatur Sensor
Memberikan masukan ke ECU kondisi suhu udara yang akan masuk ke mesin, udara dingin maka oksigen lebih padat dan membutuhkan BBM lebih banyak.
Pada system EFI pengaturan pencampuran BBM dan oksigen akan lebih stabil karena terdapat sensor-sensor diatas, maka dengan tekhnologi ini, semakin banyak pengguna kendaraan bermotor tetap tidak akan merusak lingkungan.